Belahan Jiwa

Saya moch ali imron dengan nama panggilan ali, dan dia sulis puspita wati nur anggraini dengan nama panggilan sulis.

hubungan kami tidaklah  semulus blog ini yang berisikan kata – kata romantis, kami tidak direstui oleh orang tuanya. karena saya tergolong dari dari keluarga yang tidak mampu, namun dengan kebesaran hatinya dan kegigihan jiwanya dia masih bertahan dengan keadaan yang sesulit ini, dia mau menerima saya apa adanya, meski dia korbankan dirinya sendiri didepan keluarganya. dia sering kali dikucilkan, dicomooh sama saudara2nya dan sering kali dia harus berdebat dengan ibunya demi membela cinta kami. hampir saya gelap mata dengan keadaan ini. saya bingung dengan keadaan ini, saya sudah berusaha untuk hidup yang lebih baik, namun…………..!! mungkin inilah ujian dari Allah. sampai saat ini hubungan kami masih sembunyi – sembunyi demi kebaikan kami berdua. tapi disamping itu dia tetap mau meyakinkan keluarganya, tentang ketulusan cinta kami… sayapun begitu,,

———————————————————————————————–

30 Juli 2010

aku sunting lagi halaman ini ……………………

kini semua tinggal sejarah,

tinggal puing – puing kenangan masa lalu yang sulit luntur ..

hanya ada bayangan,,  dan harapan yang  sia – sia,,

waktu kian terus berjalan,, sedang aku hanya duduk termenug memikirkan masa lalu yang tak mampu ku ulang walau seberat apapun keinginan,, tak ada lorong waktu seperti imajjinasi yang ada di film…

semua kekewatiran yang mencekam telah jadi kenyataan,,

benar kata orang hati – hati dengan rasa kwatir karena itu bisa jadi sebuah doa,,

semua yang begitu indah telah lenyap meninggalkanku dalam kesepian,,,

perpisahan sudah tidak bisa di elakkan lagi,,,

satu tahun dari sekarang,, dari tulisan ini di buat kesuyian ini berlabu dalam pantai kehidupanku yang semula tentram,, yang dipenuhi dengan harapan – harapan yang begitu indah,, kini  semua landas bagai di telan sunami,,,

bunga yang ku tanam berhari – hari lamany,, berbulan – bulan lamanya,, ku jaga, ku pelihara dalam hitugan menit semua tinggal bekas yag tersisa,,,

Sampai kapanpun adek masih ku sayang!!!!

meski kita sudah sama – sama memiliki pasangan hidup namun adek tetap bagian dari sejarah perjalan hidupku…….

————————————————————————————————–

24 juni 2011

Kerinduan yang mendalam tak kunjung jua usai… sudah sekian lama berpisah namun bayangannya tak mampu ku hapus, terlebih – lebih jika sunyi datang, semua yang dulu di jalani bersama, tergenang.

Dek!!!! jujur ku sukar tuk melupakanmu… harus kemana ku membawa hati yang merindu ini, sedang jejakmu terhapus…

tapi sudahlah, kesalahan termanguk padaku… apa boleh di kata semua sudah terlanjur… jika jodoh toh gak akan kemana!!!

————————————————————————————————–

15 juli 2014

Alhamdulillah, setelah 5 th lamanya, saya berusaha dan brdoa untuk bisa komunikasi lg sama sulis dan di bulan Ramadhan ini, Tuhan mengizinkan sy untuk komunikasi lg sama sulis melalui jejaring sosial, meski dia sudah punya orang lain, tapi kebahagiaanku tiada tara,,,,…

TERIMAKASIH YA RABBI!!!!

4 thoughts on “Belahan Jiwa

  1. Mngkn than tdk blh jlnin hub ali ma sulis.
    tp d blk itu smua than pst mmbrkn yg trbaik buat kta,mgkn
    dia bkn yg trbaik.dan thn pst mmbrkn sosok yg lbh dr dia.

    ‘petik hikmah nya ja ya’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s