Bukti baktiku

Aku dilahrkan di madura dan sekarang masih menetap dimadura..

pada saat ini saya sedang menjalani perkuliahan di salah satu fakultas Tarbiyah di Sampang Madura…

Terima kasih saya ucapkan bagi teman pembaca yang telah mengirim komentar maupun hanya sekedar menjelajah saja,,,

kembali saya ucapkan terimakasih khususnya pada orang tuaku yang dengan semangatnya selalui memberikan dorongan dan motivasi untuk selalu menerima dengan lapang dada akan nasib dan takdir yan diberikan,, pernah sesaat  memberikan sugesti kalau nasib itu dapat berubah dan dunia ini bagai roda tak akan selamanya yang di bawah selalu di bawah,, yang di tindas akan selalu di tindas,,, kelak semua akan berubah dan hanya waktu yang akan menjawab …………….

Bakti Kepada Kedua Orang Tua (Ibu-Bapak)
Assalamualaikum .Wr.Wb.

Puja dan puji syukur hanya pantas bagi Alloh, Pemilik segala kelembutan, pemilik segala kebenaran, Pemilik lautan rahasia, pemilik lautan tanpa tepi.

Dan sholawat serta salam kuperuntukkan junjunganku, Nabi besar Muhammad SAW,
yang melalui perantara beliau, tlah kukenal setetes air dari lautan Islam.
Syukur pula kuucapkan, pada guruku yang telah dengan sabar membimbingku, meski bebalnya otakku, dungunya diriku, dan kotornya hatiku.

Alloh berfirman,
QS:Luqman 14.
Anisykurli waliwaalidaika ilaiyal Mashir

artinya:
hendaklah bersyukur kepadaKu dan kepada kedua orang tua (Ibu Bapakmu). Hanya
kepadaKulah kamu kembali

Hadits Nabi,” berbaktilah kepada Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudian ayahmu

Bagaimanapun juga, titik awal kita di dunia ini, adalah awal kelahiran kita melalui Ibu-Bapak.
Maka ingatkah kita akan kisah Yazid Buztham sang Raja para mistik ??
Ketika sampai pada pelajaran ayat ini, Yazid Bustham pulang ke rumah untuk
menemui Ibunya.
dan dia berkata,”Ibu, hatiku gelisah setelah mendengar ayat Alloh itu. Aku
tidak bisa membagi hatiku pada Ibu (orang tuaku) ataukah pada ALLOH, maka
mintakanlah pada ALLOH agar kewajibanku bakti pada-NYA ditiadakan, agar
dapatlah semata-mata aku berbakti kepadamu”
Ibunya yang bijaksana mengatakan,”Tidak Yazid, aku saja yang tidak meminta
kewajiban itu engkau kerjakan, agar engkau semata-mata dapat berbakti pada
ALLOH”.
Maka di dalam cerita tentang Abu Yazid, justru dikisahkan kebaktiannya pada
Ibunya yang sungguh-sungguh.
Sampai-sampai beliau berkata,”Sesungguhnya, banyak yang aku dapatkan pelajaran dari berbakti pada orang tua untuk kupergunakan berbakti pada Alloh”.
Maka tahukah kita apa yang ditulis oleh “Serat Agung Cinta orang tua” oleh
BUDDHA, Beliau mengatakan, “Mereka adalah Sumber terdekat asalmu”.
Budha mengatakan,
“Perlambang Ibu saat melahirkan,
seperti seorang yang sangat pelit dan miskin,
kemudian mendapatkan permata yang tak ternilai harganya,
dari sang Maha Kuasa”

‘Rasa tak enak bila tak segera Pulang,
Bapak mengajarkan apa yang mesti di ajarkan.
Makanan yang diperoleh diluar,
yang dulu di makan sendiri,
kini lebih baik di dahulukan buat sang anak’

Cinta kasih dilimpahkan,
Perhatian yang tidak diminta, ‘tlah diberikan.

Maka bila dewasa sudah menjelang,
timbullah perbedaan-perbedaan,

Si anak merasa tak disayang,
orang tua dihati, rasa tetap tak tergoyahkan.

Macanpun takkan makan darah dagingnya sendiri.
Maka ketika perpisahan menjelang,
si anak tlah dewasa dan bekerja,
bahkan sebagian tlah bersama orang yang baru di kenal,

kemanakah ingatan anak pada orang tua ??
si orang tua tak berharap imbalan,
hanya senyum di bibir bersama kenangan,
si anak yang telah berkembang.
(kukutip dari kerajaan Agung sang Budha)
Ingatkah kita akan apa yang dikatakan sang Penyair,
Kahlil Gibran ???
Anak ibarat anak panah,
Kedua orang tua ibarat busur yang melepaskan.
Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orang tua,
tapi…tak masalah bila si anak melupakan ????
Orang tua kita itulah yang dijadikan jalan oleh ALLOH Ta’ala, kita wujud di
dunia ini.
Ingatlah kesusahan Ibu Kita:
1. Susah payah waktu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari.
2. Susah payah waktu melahirkan,
sampai-sampai ‘syahid’-lah hukumnya bila Ibu meninggal dunia saat melahirkan.
3. Susah payah menjaga diri kita setelah kita lahir sampai dewasa.

Maka wajiblah syukur kepada orang tua kita meskipun orang tua itu bersifat
kufur, dholim, musyrik, apalagi orang mukmin.
Kita wajib benci kepada sifat kufur, dholim, syirik, akan tetapi janganlah
benci kepada orangnya.
Syukur kita kepada orang tua itulah BAKTI kepada ORANG TUA.
1.   hendaklah sopan santun perkataan, tingkah laku kepada orang tua.
2.   Janganlah berkata keras, janganlah berkata tidak sopan.
3.   Cintailah orang tua.
4. Bantulah orang tua dengan fikiran, jiwa, tenaga, harta benda.
5. Ikutilah perintahnya, asal tidak bertentangan dengan perintah ALLOH.
6. Bila kita diperintah syirik, janganlah diikuti. Akan tetapi wajiblah baik
kepada orang tua.
7.   Ingatlah!
Syukur kepada orang tua itu perintah Alloh. Apabila kita tidak bersyukur kepada
orang tua, artinya kita menentang perintah Alloh.
8.   Apabila orang tua kita telah meninggal dunia, do’akanlah ruhnya.Mudah-mudahan dapat rohmat Alloh. Dan peliharalah makamnya baik-baik.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

(Moch. Ali Imron)

10 thoughts on “Bukti baktiku

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s